Barang yang Hilang

0
314
Foto di Bromo
Doc. Pribadi Bromo

“Hikmah itu merupakan barang yang hilang, jika ditemukan darimana saja datangnya, maka ia berhak memilikinya.” (HR. Turmuzi dari Abu Hurairah)

Inspirasi, hikmah, ide seringkali muncul darimana saja, kapan saja, walau dari hal yang dianggap sangat sederhana bahkan mungkin tak dianggap sama sekali. Ketika kita menemukannya, segera tangkap, bungkus dan bawa pulang, karena kitalah orang yang beruntung. Ibarat barang yang hilang, kitalah penemunya, jangan pernah sia-siakan. Bila tak mau dirugikan segera bingkai, karena ia akan menguap tak bersisa seiring waktu dan keadaan.

Lalu, apakah kita hanya menunggu datangnya inspirasi, hikmah dan ide dan diam meratapi diri?

Tentu tidak teman…

Keluarlah dari keadaan yang biasa-biasa saja jika ingin hal lebih baik dalam hidupmu. Carilah, temukan ia dengan caramu sendiri. Bertemulah dengan banyak orang, banyak keadaan. Bukalah mata, hati dan jiwa dan segeralah berselancar untuk belajar mengenali. Mulai merenung dan bersahabat dengan miliyaran informasi dan sensori melalui inderamu.

Hal sepele sekalipun dapat jadi inspirasi dan ide yang bahkan tak terpikirkan orang lain. Syaratnya hanya membuka diri, hati dan pikiran.

Semua orang melihat dan bergelut dengan sampah misalnya, tapi hanya segelintir orang yang mendapat hikmah, inspirasi atau ide untuk menjadikan sampah sebagai mata pencarian dengan sentuhan kreativitas.

Semua anak suka bermain, berlarian, menangis, berkelahi dan segala tingkah polah mereka.  Tapi tidak semua orang tua menganggapnya hal yang lucu, menggemaskan, menyenangkan bahkan punya ide untuk mengabadikan moment ini jadi pengalaman mengasyikkan. Karena sebenarnya semua akan berakhir jadi kenangan seiring tumbuh kembang anaknya.

Ketika momen-momen kebersamaan kita dengan anak adalah hal yang menyusahkan atau menjengkelkan, maka kita hanya menyematkan luka dan kenangan buruk. Bahkan kita tak mendapatkan ketenangan dan kedamaian bersama keluarga.

Pengalaman yang seharusnya menghasilkan inspirasi, hikmah dan ide akan menguap menjadi hal yang biasa-biasa saja tanpa makna.

Siapkah kita menjadikan tiap tahap kehidupan anak menjadi wasilah untuk terus belajar menjadi orang tua yang baik, bijaksana dan hebat? Semua tergantung pada kita.

Ayo berbenah, menjadi lebih baik. Mari terlibat, karena kita orang tua hebat.

Salam Guru Keluarga

Bu ILA

#pendidikankeluarga #gurukeluarga #orangtuahebat #orangtuaterlibat #membangunkarakter #generasihebat #generasiberadab

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here