Istri Adalah Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung By: Bu ILA

2
2163

Istri adalah tulang rusuk suami, bukan tulang punggung.

Pernyataan ini adalah bentuk protes dan sindirian para istri yang kecewa terhadap para suami yang tidak mampu memikul tanggung jawabnya menjadi seorang pemimpin. Istri yang “terpaksa” mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan seabrek beban yang menurut mereka tidak adil. Apabila seorang suami memahami hak dan kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga, maka suami tidak akan mengharuskan istrinya menafkahi atau membiayai kebutuhan rumah tangga yang sepenuhnya tanggung jawab suami.

Pernyataan bahwa istri diciptakan dari tulang rusuk berasal dari hadist berikut:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya dan berbuat baiklah kepada wanita, sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya.” (HR. Al Bukhari no 5185)

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa istri diciptakan dari tulang rusuk itu adalah sebuah kiasan. Tulang rusuk bertugas melindungi jantung, istri tulang rusuk dan suami jantungnya, jadi istri melindungi suami, menjaga dan siap selalu bersama untuk saling menguatkan.

***

Cerita di atas hanya pengantar, Bu Ila akan bercerita tentang bagaimana istri menjadi pendamping suami, melindungi, saling menguatkan dan saling melengkapi.

Masih ingat kisah Rasulullah SAW bersama istrinya Khadijah ketika pertama sekali menerima wahyu di gua Hira’?

Betapa terguncangnya perasaan Rasulullah SAW menghadapi pengalaman pertama menerima wahyu, lalu beliau segera pulang ke rumah dan meminta istri yang amat dicintainya Khadijah ra agar diambilkan selimut karena badannya menggigil dengan berucap: Zammiluuna, Zammiluuna (selimuti aku, selimuti aku). Lalu Rasulullah SAW berucap “Inniqad khasitu alla aqli!” (Saya rasanya seperti akan gila)

Dalam hidup, terkadang kita menghadapi permasalahan atau tekanan yang secara akal sulit untuk diterima. Ketika stress menghampiri kita membutuhkan tempat untuk kembali dan berlindung (rumah) dan pasangan yang siap memberikan perlindungan dan membuat kita tenang serta mendengarkan keluh kesah yang dialami.

Apa sambutan Khadijah ra, istri tercinta Rasulullah? (Dalam terjemahan bebas), beliau berucap: “Tidak, engkau tidak akan gila! Allah sekali-kali tidak mengecewakan engkau selama-lamanya, sebab engkau adalah seorang yang selalu menghubungkan silaturahim, kasih dan sayang kepada siapa saja. Engkau adalah orang yang sudi memikul tanggung jawab berat untuk keluargamu. Engkau adalah orang yang menghormati tetanggamu, dan engkau adalah orang yang berusaha mencarikan apa yang tidak ada, dan engkau adalah orang yang selalu menolong orang lain dalam menghadapi segala kesukaran hidup.”

Apa yang dikatakah Khadijah ra, menjadi sumber penguat, membangkitkan jiwa Muhammad untuk memikul tanggung jawab yang telah diletakkan Allah SWT di atas pundak beliau.

Kisah ini memberikan hikmah dan inspirasi betapa indahnya hubungan kerjasama suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Bagimana istri menjadi pendamping suami, orang pertama yang percaya terhadap perasaan, beban mental dan sikap penerimaan atas masalah yang dihadapi suami, apapun itu. Selanjutnya, istri memberi gambaran, penguatan berupa kebaikan dan kekuatan serta kelebihan suaminya. Bukan malah menjatuhkan dan menyalahkan suami atau keadaan yang saat ini mereka hadapi.

Kelanjutan kisah ini adalah ketika Khadijah membawa suaminya menemui pamannya Waraqah nin Naufal yang jauh lebih mengerti seluk-beluk wahyu. Dari pamannya inilah Nabi memperoleh keterangan lebih jelas bahwa yang dialaminya tersebut adalah apa yang juga dialami Nabi Musa dan nabi-nabi yang lain. Itulah namus, itulah wahyu dan jibril yang bertugas menyampaikannya wahyu kepada para Nabi terpilih.

Ketika suami menghadapi masalah, marilah berdiskusi dan siap menemani mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Istri yang siap memberikan arahan dan jalan terbaik, menemui orang yang lebih tahu. Mencari jawab dan solusi dengan menelusuri literasi terbaik agar tidak salah langkah. Suami dan istri yang saling bekerjasama dan siap menjadi penolong; “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar,…”QS At Taubah ayat 71

Kehebatan suami sebagai pemimpin karena memiliki istri yang siap berdiri di sampingnya, melayani suami dan mendidik anak-anak. Siap berkorban harta, jiwa dan raga demi kepentingan yang lebih besar. Karena kedudukan lelaki dan perempuan adalah sama dalam melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Dan keluarga menjadi perahu yang berisi suami, istri dan anak-anak, bersama-sama menjalankan peran sebagai hamba Allah demi mendapatkan kemenangan di dunia dan di akhirat.

Mari bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita menjalankan “peran” dalam hidup dengan “sadar”. Karena setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT, Sang Pemberi Hidup.

Semoga bermanfaat.

Salam

Bu Ila (Coach Pendidikan Keluarga)

  • Penerima Apresiasi Orangtua Hebat 2018 dari Kemendikbud RI
  • Penerima Apresiasi Penggerak Literasi 2019 dari Kemendikbud RI
  • Pemenang Lomba Blog Cerdas Berkarakter 2020 dari Puspeka Kemendikbud RI

Untuk kegiatan parenting, konseling dan coaching keluarga baik online maupun offline silakan menghubungi via WA 081396200313 (Bu Ila)

 

 

 

2 COMMENTS

  1. Assalamu Alaikum
    Maaf Bu tulisan ibu ttg istri tulang rusuk bkn tulang punggung kurang mengena.

    Sebagian Suami2 sekarang sudah tdk mempunyai tulang punggung malah melemahkan tulang rusuk (istri).

    Tulisan ibu belum mantap memberikan solusi bila satu bahtera dgn tulang punggung yg kurang bertanggung jawab.

    Rasulullah bkn manusia biasa beliau manusia pilihan. Akhlak beliau di umpakan Al-Qur’an berjalan. Jadi kalau si tukang punggung memiliki separoh aja dr akhlak Rasulullah betapa bahagianya si tulang rusuk.

    Sekali lagi maaf ya bu, kalau tanggapan sy kurang berkenan, seperti yg ibu tulis, tulisan akan menemukan pembacanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here