Ketika Perilaku Anak Usia Dini Menguras Emosi By: Bu Ila

0
277

Ayah Bunda dan Guru PAUD…

Pernahkah mengalami berada pada perasaan yang kesal, emosi terkuras dan bawaannya mau marah aja melihat perilaku anak usia dini kita?

Anak yang biasanya menunjukkan perilaku menyenangkan, tiba-tiba menunjukkan sikap negatif, suka membantah, cerewet, tukang protes dan ada saja tingkahnya yang membuat kita kesal. Anak berperilaku berbeda dari anak seusianya dan seakan masih belum berkembang dengan baik jika dibandingkan dengan anak tetangga atau saudaranya.

Apa yang harus kita lakukan? Apakah mereka kurang mendapat perhatian, atau ada pengaruh dari luar yang membuat mereka tak lagi menjadi sosok yang lucu dan menggemaskan?

Cobalah lihat hati dan perasaan kita saat perilaku tidak menyenangkan itu terjadi, apakah kita berada dalam perasaan Bahagia atau lagi banyak masalah? Apapun ceritanya, marilah berpikir positif dan ubah persepsi bahwa anak-anak kita sedang dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan kita untuk lebih siap menghadapi tugas perkembangannya dan pengalaman untuk memahami apa yang dipikirkan dan diinginkannya dengan lebih baik tanpa membuat orang disekitarnya menjadi kesal.

***

Ada beberapa pengalaman yang mau Bu Ila sharing ke Ayah Bunda dan teman-teman Bunda PAUD dalam menghadapi tingkah polah anak usia dini yang lazim terjadi.

  1. Ketika anak suka melempar apapun barang-barang yang dipegang atau berada didekatnya. Perhatikan situasi emosinya, apapkah ia lagi kesal atau sebenarnya ia hanya ingin mengetahui akibat dari perbuatannya. (bisa karena ingin tahu bunyi yang dihasilkan benda atau suara Bunda/guru yang merasa terganggu). Berilah perhatian, ajak anak bermain dengan benda yang bisa dimainkan dengan melempar, menendang atau memukulnya. Selain untuk mengendalikan perasaannya yang lagi tidak nyaman, juga bermanfaat untuk meningkatkan bonding dan melatih fisik motorik anak.
  2. Apa yang Ayah Bunda dan guru lakukan menghadapi anak yang tidak mau duduk tenang, terus bergerak, berlari, melompat dan memanjat? Inilah saatnya menyalurkan energi anak yang berlebih, selain memperhatikan makanannya (kurangi makanan manis dan berprotein tinggi) kita dapat melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan (misalnya berenang, berkebun, bela diri dan lainnya)
  3. Anak yang masih suka memasukkan benda yang ditemui ke mulutnya, tidak peduli kebersihan dan bahaya, padahal ini sudah mulai berkurang mulai usia 1 tahun. Nah, mungkin anak perlu diberikan aneka makanan dengan berbagai rasa dan dan tekstur. Anak juga harus sudah dikenalkan dengan nama dan fungsi benda di sekitarnya, menggunakan sensori lainnya, juga memperkenalkan arti kebersihan dan bahaya.
  4. Anak minta dibacakan cerita dari buku atau menonton video/film yang sama secara berulang. Walaupun kita sudah memberikan buku atau film lainnya, anak tetap ngotot mau dibacakan atau diceritakan cerita yang sama. Bisa jadi anak memang anak memiliki preferensi, minat, kesukaan, pilihan, kecenderungan dan prioritas serta memiliki keteraturan terhadap apa yang harus dilakukannya secara berulang. Jangan khawatir ya Ayah Bunda sekalian. Kita cukup meletakkan buku bacaan dengan warna menarik di tempat anak biasa beraktivitas dan mudah dijangkaunya. Ayah Bunda juga menunjukkan perilaku antusias terhadap bacaan dan film lainnya tanpa memaksa anak untuk turut serta.
  5. Apabila kita masih melihat anak-anak masih ngomong sendiri dengan boneka atau binatang peliharaannya walaupun usianya sudah di atas 5 tahun. Jangan buru-buru menganggap anak kita aneh. Persepsi positif yang kita bangun adalah, saat ini anak lagi mengembangkan imajinasi dan kemampuan bahasanya. Yuk ajak anak mengembangkan pra literasinya, seperti kegiatan mendongeng, story telling, bertutur dan lainnya.

Demikian berbagi pengalamannya ya Ayah Bunda dan Guru PAUD semua, semoga bermanfaat

Mari Peduli Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Yuk Berbagi Cerita

#portalpraktikbaik

#sahabatkarakter

#puspeka

#penguatankarakter

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here