Konsumsi Informasi Bagi Anak

0
276

Sebagai orang tua atau guru PAUD mungkin bingung ada anak kecil yang mengucapkan kata-kata tidak sesuai dengan usianya. Perkembangan bahasa anak meningkat pesat setelah ia berada pada lingkungan dan teman-teman baru.

Kita dikejutkan dengan kata yang diucapkan anak, menyampaikan pernyataan diluar dugaan (terkadang terkesan lucu dan menggemaskan). Bisa juga berkata tidak baik, memaki atau mengajukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab (tabu atau kita sendiri bingung menjelaskannya).

Ketika anak menyampaikan perkataan tidak baik, sebagian orang tua menyalahkan Guru, teman atau lingkungan baru anak yang memberikan pengaruh negatif.  Menganggap mereka tidak pernah mengajarkan anaknya berkata yang tidak baik.

Mengapa ini bisa terjadi?

Semua berawal dari kemampuan menyimak anak yang telah dimulai sejak pendengarannya berfungsi. Seperti kaset rekaman, memori anak dipenuhi dengan berbagai informasi yang ia terima dari lingkungannya. Kemampuan bahasa reseptifnya menangkap pesan atau informasi apa saja yang ditangkap indera pendengarannya.

Kemampuan menyimak melibatkan proses kognitif aktif dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Proses menginterpretasi dan menerjemahkan suara yang didengar. Sehingga anak beranggapan apa yang didengarnya memiliki arti penting, apalagi jika didengar berulang dan melibatkan emosi orang-orang di sekitarnya.

Sebenarnya kemampuan menyimak ini adalah proses pertumbuhanl positif jika dikembangkan dengan benar. Menjadi bekal anak dalam memahami dan mengontruksi arti dari informasi dan pengetahuan yang telah mereka peroleh sebelumnya.

Semakin sering anak mendapatkan informasi yang dilihat dan didengar, maka kemampuan bahasa ekspresinya (yang diucapkan anak) semakin baik sebagai perbendaharaan kata yang menjadi modal anak berkomunikasi.

Tidak heran jika ada anak usia 4 (empat) tahun mampu mengucapkan bahasa asing, menyanyikan lagu asing dan menyampaikan kembali informasi sebagai ekspresi dari apa yang telah ia lihat atau dengar melalui gawai dan media lainnya. Walaupun anak belum mampu memahami arti sebenarnya dari apa yang disampaikan, namun anak tetap akan mengekspresikan sesuai kemauannya.

Sebagian anak bahkan dapat menyimak informasi dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuannya dalam membaca. Hal ini disebabkan anak mudah menyerap informasi dengan audiovisual menggunakan media yang bergerak dan menarik perhatian.

Ayo Ayah Bunda…

Berilah konsumsi informasi yang baik, positif dan membangun agar kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak berkembang maksimal sesuai value keluarga kita.

Salam Guru Keluarga

Bu ILA

#OrangtuaHebatOrangtuaTerlibat

#SahabatKeluarga

#GuruKeluarga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here