Menikmati Kehamilan

0
402

Seberat apapun sebuah proses kehamilan, peristiwa bersejarah ini adalah hal yang paling dirindukan oleh hampir semua perempuan yang telah menikah. Uniknya, antara kehamilan yang satu dengan kehamilan anak lainnya memiliki pengalaman yang berbeda dan tidak bisa diprediksi, sangat bergantung pada suasana hati, kondisi fisik, usia dan lainnya.

Dokumen pribadi

Bu Ila mau berbagi cerita sepanjang yang diingat, hamil anak pertama (Azzam) dengan anak kedua (Azzira) dengan jarak kehamilan hampir 5 tahun, memiliki pengalaman yang jauh berbeda. Begitu pula dengan hamil anak ketiga (Azzami), Keempat (Azzakira), kelima (Aqila) dan keenam (cerita ini akan dibuat tersendiri, karena meninggal ketika dilahirkan). Mungkin pengalaman ini sama seperti Bunda lain yang mengalaminya, bagi Bunda yang bersiap untuk kehamilan keduanya, cerita Bu Ila semoga dapat jadi masukan agar tidak kaget. Begini ceritanya:

  • Di kehamilan kedua dan seterusnya, perut Bu Ila terlihat lebih cepat membuncit walau baru ketahuan hamil, padahal pada saat hamil pertama, perut baru kelihatan membesar setelah masuk bulan kelima. Mungkin karena kondisi otot perut sudah mulai mengendur ya.
  • Payudara tidak lagi sesensitif dan terlihat membesar seperti ketika hamil pertama sekali.
  • Dulu Bu Ila pikir karena anak kedua perempuan makanya merasakan posisi bayi sepertinya berada lebih di bawah perut, ternyata ini juga terjadi pada anak ketiga dan seterusnya. Berbeda ketika anak pertama, merasakan posisi bayi rasanya sesak ke bagian atas perut.
  • Gerakan bayi di perut, Bu Ila rasakan lebih cepat ketika hamil anak kedua (bisa jadi karena sudah pengalaman merasakan tendangan bayi pada saat hamil yang pertama, jadi lebih sensistif bahwa bayi sudah mulai bergerak)
  • Pada kehamilan kedua dan seterusnya, Bu Ila sering merasakan kontraksi palsu (bracxton hicks) lebih awal dibandingkan anak pertama yang hanya sekali saja pada saat beberapa minggu sebelum lahir.
  • Bisa jadi karena sudah berpengalaman, proses melahirkan anak kedua dan seterusnya lebih mudah dan cepat (melahirkan secara normal), bahkan pada anak kelima jarak sakit sampai lahir hanya 3-4 jam saja.

Terlepas dari itu semua, yang namanya mengalami tantangan hamil baik anak pertama sampai anak keenam tetaplah memiliki hal unik tersendiri. Ayo angkat tangan para bunda yang ketika hamil:

  • Minum air putih saja bisa mual.
  • Sukanya makanan yang asam dan segar.
  • Berulang kali buang air kecil, bahkan terkadang hanya sedikit yang keluar tapi terasa penuh di kandung kemih.
  • Pada saat sikat gigi begitu tersiksa karena harus memuntahkan semua isi makanan yang sudah susah payah dimasukkan ke dalam perut.
  • Melihat wajah suami tiba-tiba kesal, mencium aromanya yang biasanya dirindu malah saat hamil jadi tidak suka.
  • Nafsu makan yang aneh dan makan nasi selalu malas, kadang maunya makan butiran beras, makan kentang goring atau pernah ketika hamil anak pertama maunya cuma makan sate padang.
  • Tidak suka bau parfum walau yang biasa digunakan (bahkan tidak suda bau bedak yang selama ini dipakai), inginnya mencium bau minyak kayu putih atau minyak telon.
  • Mencium aroma masakan, apalagi bumbu tertentu langsung pusing.
  • Jangankan berhias, dandan ala kadarnya aja malas.
  • Kondisi emosi yang tidak stabil, mudah lelah dan hilang semangat.

Walau tidak separah teman-teman yang harus bedrest (Alhamdulillah), Bu Ila dan hampir semua teman-teman pasti pernah merasakan beratnya mengalami kehamilan. Mulai dari sakit punggung, ancaman wasir atau varises, namun tetaplah selalu berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan, makan makanan bergizi, tetap berolah raga ringan dan yang penting tetap berpikir positif.

β€œDan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” QS. Al Ahqaf ayat 15.

Dokumen Pribadi

Berapapun jumlah amanah yang Allah berikan pada kita, yakinlah bahwa kita mampu untuk melewatinya dengan sehat, semangat dan bahagia. Apalagi setelah melewati kebersamaan dengan bayi dalam rahim, menyatu dengan diri kita, teman bercengkrama ketika masih berada di dalam perut, ia lahir dengan tangan dan tubuhnya yang mungil. Segala sakit dan payah yang kita rasakan seketika lenyap seiring tangisan keras keluar dari mulut mungilnya begitu ia menyapa dunia. Yakinlah semua akan diganti dengan kebahagiaan karena kelahiran buah cinta kita menjadi pelengkap dan penyejuk jiwa bagi keluarga kecil kita.

β€œYa Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.” QS. Ali Imran, ayat 35 – 36

Semoga bermanfaat.

Peserta Lomba

https://id.theasianparent.com/

https://id.theasianparent/cerita-kehamilan/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here