Menjadi Ibu Produktif dan Berdaya Ciri Karakter Mandiri By: Bu ILA

0
579

Menjadi Ibu yang produktif dan berdaya, itu adalah sebuah pilihan. Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah dan akhirnya menjadi seorang Ibu, pasti banyak hal yang berubah dalam kehidupannya. Terkadang ada yang memilih berhenti bekerja dan fokus pada urusan domestik di keluarga kecilnya, waktu, tenaga dan pikiran ia habiskan untuk mengurus suami dan anak-anaknya. Namun jangan salah, walau memilih menjadi Ibu rumah tangga, banyak para Ibu yang justru semakin produktif dan berdaya, mengatur waktu selain mengurus keluarga juga memiliki kesibukan dalam bidang ekonomi/bisnis, sosial dan pendidikan.

Dokpri

Kelihaian perempuan yang mampu membagi fokus mereka mengerjakan beberapa kegiatan sekaligus menjadikan makhluk yang bernama wanita ini dapat sukses dalam banyak bidang dengan efektif. Bagi kita seorang Ibu, sudah biasa memasak sambil membereskan pakaian di mesin cuci lanjut menjawab pesan di sosial media. Bisa tetap terima orderan dengan dasteran, membereskan rumah, plus ngemil (hehehe, itu Bu Ila kali).

Alasan memilih menjadi Ibu rumahtangga karena memiliki waktu lebih fleksibel, mengatur waktu mengurus keluarga tanpa dikejar bersiap menuju tempat kerja. Apalagi jika dibantu asisten akan lebih fleksibel lagi mengatur pekerjaannya agar efektif dan tetap memiliki jadwal “me time” ala-ala yang membuat pikiran tetap positif. Biasanya para Ibu akan tetap mengutamakan keluarga dan hanya keluargalah yang menjadi alasan utama seorang Ibu bisa kuat, produktif dan berdaya serta bahagia.

Dokpri

JIka ditanya, apa alasan seorang wanita berkarir di rumah dan lebih memilih fokus mengurus keluarga, pasti banyak versi atau alasan tersendiri. Tapi, berdasarkan survey kecil-kecilan yang Ibu Ila lakukan pada Ibu muda yang memilih berkarir dari rumah adalah:

  • Pengen membahagiakan keluarga (ini alasan utama semua Ibu, baik wanita pekerja maupun Ibu rumahtangga.
  • Mau mengurus anak sendiri, memantau tumbuh kembang anak
  • Ingin tetap dekat dengan anak, memastikan objek lekat anak adalah Ibunya.
  • Mendidik anak langsung dengan kemampuan yang dimiliki Ibu
  • Mendampingi anak baik ketika berada di lingkungan rumah maupun sekolah.
  • Memenuhi kebutuhan harian anak, berupa asupan makanan maupun kenyamanan anak
  • Merasa yakin tetap bisa berpenghasilan walau melakukan dari rumah dan bisa mengembangkan potensi diri, bahkan membuat bisnis sendiri dan ibulah yang menjadi ownernya.

Tidak ada alasan jika menjadi seorang Ibu hanya berkutat di dapur, sumur dan Kasur (macam ceramah Ustadz, qiqiqi). Anggapan bahwa percuma sekolah tinggi-tinggi, menjadi sarjana tapi ilmunya tidak dipakai. Jelas itu salah, justru menjadi seorang Ibu harus memiliki pendidikan yang tinggi, karena dari tangan Ibulah akan lahir generasi hebat yang siap berkiprah di kancah dunia. Ibu yang memiliki wawasan luas akan mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang bermanfaat dan siap menjadi pemimpin kelak.

Seorang Ibu tetap produktif dan berdaya adalah sebuah pilihan terbaik, ia menjadi wanita berpengaruh sesuai potensi yang dimilikinya tanpa harus meninggalkan tanggung jawab sebagai Ibu dan istri. Tidak melupakan diri untuk terus bertumbuh, belajar dan berproses dengan segala tantangan yang dihadapi tanpa khawatir kehilangan pesona (emangnya tebar pesona).

Ketika anak-anak masih berada dalam pengawasan penuh Ibu, maka Ibu dapat melakukan bisnis, belajar dan mengembangkan potensinya dari rumah. Alhamdulillah sudah banyak webinar, grup belajar dan platform pembelajaran yang menawarkan bimbingan virtual tanpa harus keluar rumah. Bahkan melalui media sosial dan bisnis online yang banyak tersedia telah menawarkan para Ibu mudah untuk tetap berkarir serta bermanfaat bagi banyak orang tapi tetap memiliki penghasilan.

Nanti, ketika anak-anak sudah memiliki dunianya sendiri, tidak lagi memerlukan pengawasan penuh, Ibu malah bisa lebih produktif dan berdaya pada lebih banyak orang dan banyak aktivitas. Karena perubahan global yang merambah semua bidang, setiap orang tidak lagi dikerdilkan komunikasinya pada orang-orang di dekatnya saja, namun sudah mencakup belahan dunia lainnya tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu.

Dulu, Bu Ila hanya mampu bertemu dengan beberapa komunitas dan lembaga Orangtua dengan segala keterbatasannya untuk bisa sharing ilmu, berbagi kisah, konseling dan pembimbingan serta coaching. Dengan adanya teknologi, www.ceritabuila.id bisa mengunjungi lebih banyak orang dan banyak tempat dalam satu waktu walau tidak bertemu secara fisik. Hal terpenting yang harus ditekankan pada diri adalah keyakinan bahwa menjadi orang yang bermanfaat, produktif dan berdaya itu hanya butuh niat dan komitmen serta konsisten.

Dokpri

Tahukah Bunda, sebagai ciri perempuan yang mandiri, sudah selayaknya kita senantiasa melakukan refleksi terhadap kondisi diri dan situasi yang dihadapi saat ini. Mengenal dan menyadari kebutuhan pengembangan diri sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman.

Kesadaran sebagai bentuk regulasi diri yang mampu mengatur pikiran, perasaan dan perilaku untuk mencapai tujuan pengembangan diri. Berusaha memilih strategi yang sesuai serta mengantisipasi tantangan dan hambatan yang mungkin terjadi.

Apapun pilihan kita saat ini, yakinlah bahwa usaha yang kita lakukan akan bernilai ibadah, jadilah Ibu yang produktif dan berdaya, InsyaAllah dibalas dengan berjuta kebaikan.

Semoga bermanfaat.

Salam

Bu Ila (Coach Pendidikan Keluarga)

Untuk kegiatan parenting, konseling dan coaching keluarga baik online maupun offline silakan menghubungi via WA 081396200313 (Bu Ila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here