Menjaga Rahasia Anak By: Bu ILA

0
535

“Jika seseorang menyampaikan sesuatu ucapan (rahasia) kepadamu kemudian dia berpaling muka (ucapannya) itu merupakan amanat.” (HR. Abu Dawud)

Anas bin Malik r.a berkata, “Saya masih berumur 9 tahun pada saat Rasulullah Saw tidak di Madinah. Suatu hari, ibu saya Ummu Sulaim mengajak saya untuk menemui beliau. Setelah bertemu, dia kemudian berkata, “Wahai Rasulullah Saw, ini anak saya. Jadikanlah ia sebagai pelayan engkau.” Sejak saat itu, saya bekerja sebagai pelayan Rasulullah Saw dan berlangsung selama Sembilan tahun.

Dalam rentang waktu tersebut, beliau tidak pernah sekalipun mengomentari apa yang saya lakukan dengan berkata, “Kenapa kamu berbuat begini dan begitu.” Demikian juga terhadap pekerjaan-pekerjaan yang tidak saya lakukan, beliau juga tidak pernah berkomentar, “Kenapa kamu tidak melakukan pekerjaan ini atau itu!”

Pada suatu hari, ketika saya tengah bermain bersama anak-anak yang lain, Rasulullah Saw dating mengnhampiri saya. Setelah mengucapkan salam kepada kami, beliau memanggil saya kemudian menyuruh saya pergi ke suatu tempat untuk urusan tertentu. Sekembalinya saya dari urusan itu beliau berkata, “Jangan beritahu siapa pun!”

Saya kemudian pergi ke tempat ibu saya. Ketika saya menghampirinya, dia berkata, “Wahai anakku, apa yang membuatmu terlambat dating?” saya menjawab, “Rasulullah Saw menyuruh saya untuk melakukan sesuatu untuk beliau.” Ibu saya bertanya, “Urusan apakah itu?” Saya menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah Saw telah berpesan agar saya tidak memberitahukannya kepada siapa pun.”

Mendengar ucapan saya itu, ibu saya berkata, “Benar tindakanmu wahai anakku. Peliharalah rahasia Rasulullah Saw.” (HR. Ahmad)

*Dikutip dari buku “Jiwa dalam Bimbingan Rasulullah” karya Dr. Saad Riyadh

***

Pentingnya menjaga rahasia orang lain merupakan ciri orang yang amanah. Setiap orang pasti memiliki rahasia, kejelekan atau kebiasaan buruk yang mungkin dimiliki dan tidak tidak ingin diketahui oleh orang lain, begitu juga dengan anak-anak kita.

Pernahkan mendengar orang tua yang menceritakan hal-hal tidak menyenangkan yang dialami anak, seperti sakit yang pernah dialami anak, kebiasaan buruk ketika tidur atau makan dan rahasia lainnya. Sadarkah orang tua bahwa tidak semua anak suka terhadap perilaku orangtua tersebut. Apapun alasannya, menceritakan rahasia anak kepada orang lain menjadi kesan buruk hingga anak tidak mempercayai orang tuanya.

Menceritakan sikap buruk anak di rumah, bahkan mengunggah foto ketika anak menangis di media sosial. Mungkin hal ini hanya sekedar candaan bagi orang tua, namun bagi anak dapat mengakibatkan rasa malu dan kecewa pada orangtuanya. Apalagi kita mengetahui bahwa cerita, video dan foto di media sosial dapat tersimpan dan menyebar tanpa disadari.

Ayah Bunda, jangan pernah menceritakan rahasia anak, hal buruk yang dilakukan anak atau membagi percakapan yang bersifat pribadi di depan umum, dengan orang lain, apalagi di media sosial.

Jika ada hal yang ingin kita bagikan, mungkin hal lucu atau untuk dijadikan pembelajaran dan inspirasi, minta izinlah kepada anak. Dengan begitu, anak juga belajar untuk menjaga rahasia keluarga atau orang lain dan tidak sembarang menyebarkannya.

Semoga bermanfaat

Salam

Bu Ila (Coach Pendidikan Keluarga)

  • Penerima Apresiasi Orangtua Hebat 2018 dari Kemendikbud RI
  • Penerima Apresiasi Penggerak Literasi 2019 dari Kemendikbud RI
  • Pemenang Lomba Blog Cerdas Berkarakter 2020 dari Puspeka Kemendikbud RI

Untuk kegiatan parenting, konseling dan coaching keluarga baik online maupun offline silakan menghubungi via WA 081396200313 (Bu Ila)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here