Pentingkah Mengajarkan Uang Pada Anak? By: Bu ILA

0
417

Cara orang tua mengatur keuangan keluarga, memberikan dampak positif pada anak dalam hal kemampuan literasi finansial di kemudian hari

***

Banyak pakar keuangan yang menganggap bahwa mengajarkan tentang uang, pengelolaan uang dan literasi finansial pada umumnya, harus diajarkan sejak dini pada anak. Mengapa ini penting? Katanya, jika ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak, didiklah anak mengelola uang sejak dini.

Ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa, jika anak telah mengenal uang maka ia jadi malas belajar, pikirannya hanya bagaimana mendapatkan uang. Selanjutnya, ada orang tua berpendapat bahwa jika anak diberikan uang sebagai imbalan  atau upah setelah mengerjakan sesuatu, maka ia akan sangat perhitungan dan mengukur segalanya dengan uang.

Menurut Bu Ila, anak bukan hanya diajarkan untuk mendapatkan uang atau mengenal uang saja, tapi lebih fokus diajarkan tentang literasi finansial.

Literasi adalah dasar atau pondasi utama yang berhubungan dengan kemampuan bahasa dan komunikasi anak. Sedangkan literasi finansial fokus pada upaya memberi pengetahuan kepada anak mengenai uang dan pengelolaannya. Bertujuan untuk memberi pemahaman tentang pengelolaan uang seperti bagaimana menghasilkan uang, menyimpan, membelanjakan dan memberikan donasi atau bantuan kepada yang membutuhkan.

Mengelola uang bukan hanya milik orang dewasa. Ketika sedari kecil anak telah diperkenalkan cara menggunakan uang dengan bijaksana, maka anak akan lebih mampu menahan dirinya. Mampu membedakan mana yang menjadi keinginan dan mana yang menjadi kebutuhan.

Mengajarkan uang kepada anak bukan langsung mengenalkan mereka pada produk-produk keuangan, tapi lebih mendasar memberi penjelasan apa itu uang, fungsinya dan selanjutnya cara mengatur keuangan.

Berikut beberapa cara mengajarkan literasi finansial kepada anak.

  • Mengenalkan konsep uang dan pertukaran barang

Mulai dari menghitung koin dan mengenalkan nilai tiap koin atau lembaran uang.

  • Mengajarkan nilai uang dan harga barang

Ajarkan anak tentang nilai tukar barang untuk membentuk pola pikir bahwa kita harus menukarkan suatu nilai tertentu untuk sebuah barang yang diinginkan. Memberi pemahaman pada anak bahwa uang dapat hadir dalam berbagai bentuk.

  • Mengenalkan pada anak cara-cara mendapatkan uang

Selain mendapatkan uang, latih anak untuk menabung dengan menyimpan uang untuk kebutuhan suatu hari nanti dan berdonasi atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.

  • Ajarkan pada anak tentang keinginan dan kebutuhan.

Penting mengenalkan anak mana yang menjadi kebutuhannya dan melatih mereka untuk menunda keinginan demi hal yang lebih penting di kemudian hari.

  • Menjadi konsumen yang cerdas

Bagaimana anak cerdas dalam keuangan, membuat perencanaan, alasan keputusan untuk membeli sesuatu dan tidak melebihi keuangan yang mereka miliki.

(JIka ingin lebih detil mengetahui cara melatih kecerdasan finansial dan sosial pada anak, silakan miliki modul Ebooknya “Pendidikan Sosial dan Finansial untuk Anak”)

Dari hal itu semua, mengajarkan anak tentang literasi finansial adalah bagaimana anak dapat berhemat dan memiliki gaya hidup yang sederhana. Karena, seberapapun uang yang dimiliki, jika gaya hidup berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki maka nantinya anak akan terjerumus pada kehancuran dan ketidakseimbangan.

Makan dan minumlah kalian, akan tetapi janganlah berlebih-lebihan.” QS. Al A’raf ayat 31

Semoga bermanfaat

Salam

Bu Ila (Coach Pendidikan Keluarga)

  • Penerima Apresiasi Orangtua Hebat 2018 dari Kemendikbud RI
  • Penerima Apresiasi Penggerak Literasi 2019 dari Kemendikbud RI
  • Pemenang Lomba Blog Cerdas Berkarakter 2020 dari Puspeka Kemendikbud RI

Untuk kegiatan parenting, konseling dan coaching keluarga baik online maupun offline silakan menghubungi via WA 081396200313 (Bu Ila)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here