Tips Mengajak Suami Belajar Bersama Tentang Pengasuhan By: Bu ILA

0
265

Hampir di setiap kelas parenting atau kajian keluarga selalu didominasi oleh kaum Ibu atau istri. Jarang sekali para suami ikut serta belajar, bahkan dalam satu kelas jumlah bapak bisa dihitung pakai jari (itupun mengaku karena dipaksa istri). Pertanyaan yang kerap muncul dari para Ibu adalah bagaimana mengajak suaminya ikut serta belajar bagaimana mendidik anak mereka. Terkadang upaya para istri mengajak suami menjadi pemicu konflik, perdebatan atau membuka jurang perbedaan dan membuat suasana menjadi tidak nyaman.

www.ceritabuila.id

Butuh perjuangan besar untuk mengajak suami ikut di kelas parenting, mulai dari acara drama merajuk, pemaksaan, suami sudah pasrah tidak ingin berdebat atau karena sudah mengalami permasalahan keluarga atau dengan anaknya.

Apapun permasalahannya, upaya menyadarkan suami untuk peduli dan mau bersama menghadirkan pengasuhan yang berkualitas bagi anak adalah sebuah perjuangan. Berhubungan dengan pola pikir dan budaya bahwa masalah pendidikan anak adalah urusan istri menjadi tantangan tersendiri untuk segera ditaklukkan.

Hal yang harus diingat adalah, apapun tips yang akan diberikan, semua sangat bergantung dari upaya dan doa yang selalu dipanjatkan. Menyadari bahwa keresahan menghadirkan generasi yang hebat, kuat dan sholeh adalah keresahan bersama.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” QS An Nisa ayat 9.

www.ceritabuila.id

Berikut Bu Ila berikan tips bagaimana mengajak para Ayah untuk mau ikut kelas parenting dan peduli dalam pengasuhan anak.

  1. Membangun kedekatan dengan suami

Seperti layaknya teman yang berbagi kebahagiaan dan kesusahan, saling menasehati, mendengarkan keluh kesah, bersama dalam hobi dan kesenangan. Suami sangat menyukai istri yang penurut dan tidak suka membantah, penyayang dan senantiasa menyenangkan hatinya. Ketika suami sudah jatuh cinta kepada pasangan halalnya, maka ia akan menuruti perkataan dan apapun kemauan istrinya, tidak terkecuali mengikuti kemauan istri untuk bersama-sama belajar tentang pengasuhan.

  1. Hargai suami dan memahami pola pikirnya

Suami dan istri pasti memiliki pengalaman pengasuhan keluarga yang berbeda, baik dalam hal budaya, cara komunikasi dan pola asuh orangtua masing-masing. Tentunya tidak mudah mengubah pola pikir dan hal ini sangat memengaruhi cara suami dalam menanggapi setiap permasalahan. Di dalam budaya keluarga pada umumnya, pengasuhan anak menjadi tanggung jawab istri dan tugas suami hanya mencari nafkah, memenuhi kebutuhan materi keluarga. Untuk itulah, bagi para istri yang sudah melek ilmu pengasuhan positif diharapkan lebih bijak untuk memberi pengertian pada para suami, menghargai dan memahami pola pikirnya. Perlahan menyadarkan bahwa saat ini, Ibu sangat membutuhkan ayah untuk menjadi partner dalam pendidikan dan pengasuhan anak layaknya sebuah tim.

  1. Selalu bercerita tentang ilmu yang diperoleh

Ingatlah bahwa, suami menyukai istri yang pintar, tapi tidak suka pada istri yang “merasa pintar”. Istri yang pintar akan senantiasa bercerita pada suami tanpa ada upaya “menggurui” suaminya, menasehati dengan santun bukan mencela perlakuan suami. Ketika kita mendengarkan sebuah kajian parenting, ceritakanlah ilmu yang diperoleh tanpa ada upaya memojokkan suami. Misalnya dengan mengatakan: “Itulah Ayah nggak ikut, jika Ayah ikut pasti lebih paham bahwa suami itu harus….bla..bla.

Cobalah bercerita dengan santai, cari waktu yang tepat, jika ada rekamannya dapat mendengarkan bersama-sama tanpa komentar yang menyalahkan suami.

  1. Jadilah problem solver

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang semakin mendekatkan diri kepada Allah swt, menuntun pada kebaikan dan dapat memecahkan berbagai persoalan hidup. Demikian juga ketika kita mempelajari ilmu parenting, bertujuan untuk mampu mendidik anak menjadi anak yang sholeh, dan tentunya dimulai dari diri sendiri sebagai orangtua yang sholeh. Ketika sudah belajar ilmu parenting, kita mampu menjalankan peran sebagai istri dan ibu yang dengan ilmu tersebut. Keluarga kita menjadi lebih baik, tenang, penuh kasih sayang dan rumah menjadi syurga bagi semua anggota keluarga. Kita dapat memberikan solusi dari setiap permasalahan, bijak mengahadapi dinamika berkeluarga dan tentunya menjadi lebih baik dalam hal pengasuhan anak.

  1. Tunjukkan bukti nyata.

Setelah belajar ilmu pengasuhan positif, mengikuti banyak kelas parenting, kita dapat menunjukkan bukti kepada suami atas upaya pembelajaran yang telah diikuti. Bagaimana istri menjadi semakin menyayangi, cinta, hormat, menghargai dan patuh kepada suami. Belajar bersikap dan berperilaku sebagai Ibu yang semakin sayang kepada anak, rumah semakin ceria dan bonding dengan anak semakin erat. Hal ini tentu akan membukakan mata suami betapa bermanfaatnya mengikuti kajian parenting tersebut.

  1. Senantiasa Berdoa dan Bersyukur

Sadarilah bahwa hanya Allah swt yang dapat membolak-balikkan hati manusia, doakanlah suami agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mau belajar bersama menjadi orangtua yang lebih baik. Mendoakan anak-anak agar menjadi generasi yang kuat, sholeh dan bermanfaat sesuai potensi yang dimilikinya. Selanjutnya, hanya syukur dan sabar yang membuat kita lebih “siap” menghadapi berbagai tantangan dalam berkeluarga.

Semoga semakin banyak para ayah yang peduli dalam pengasuhan anak, upaya persiapan generasi terbaik. Ketika ayah sudah terlibat dalam pengasuhan maka anak akan semakin pintar baik dalam perkembangan kognitif, fisik, emosi dan psikososialnya. Bayangkan jika hanya dengan ibu yang peduli saja anak akan baik, apalagi jika pengasuhan ini dilakukan oleh dua orang yaitu ayah dan ibu, tentu akan semakin signifikan hasilnya.

Semoga bermanfaat

Salam

Bu Ila (Coach Pendidikan Keluarga)

 

– Penerima Apresiasi Orangtua Hebat 2018 dari Kemendikbud RI

– Penerima Apresiasi Penggerak Literasi 2019 dari Kemendikbud RI

– Pemenang Lomba Blog Cerdas Berkarakter 2020 dari Puspeka Kemendikbud RI

 

Untuk kegiatan parenting, konseling dan coaching keluarga baik online maupun offline silakan menghubungi via WA 081396200313 (Bu Ila)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here